redaksi May 3, 2018
Ilustrasi Istimewa - Aplikasi Telegram Digugat di Rusia
Ilustrasi Rusia-image/Istimewa

Pihak berwenang urusan pengawasan komunikasi di Rusia telah mengajukan gugatan terharap aplikasi telegram. Hal ini karena telegram menolak memberikan akses kepada pemerintah rusia terkait sistem keamanan penggunanya.

Aplikasi telegram diketahui sebagai aplikasi terpopuler ke sembilan di dunia. Digunakan di banyak negara pecahan uni soviet dan timur tengah. Jumlah penggunanya sudah mencapai 200 juta pada Maret 2018.

Layanan telegram memperbolehkan penggunanya untuk berkomunikasi melalui pesan yang terkenkripsi dimana pesan itu tidak dapat dibaca oleh pihak lain termasuk pemerintah.

Tapi, pihak FSB di Rusia selaku Federal Security Service memerlukan akses ke pesan terenkripsi itu untuk keamanan termasuk upaya menangkal terorisme. Namun permintaan itu ditolak telegram karena menghormati perlindungan terhadap pengguna.

Gugatan itu sudah diajukan di pengadilan pada 6 April 2018 dengan permintaan untuk pembatasan akses di wilayah Rusia, selain itu juga telegram tidak memenuhi legal comply atau pemenuhan kewajibannya sebagai pengelola penyebaran informasi.

CEO dan Founder Telegram sendiri mengatakan di twitternya pada Maret lalu, kalau ancaman untuk melarang aplikasi telegram karena tidak memberikan data rahasia pelanggan bukanlah hal yang menakutkan. Telegram tetap tetap akan berkomitmen secara independen dan menjaga kerahasiaan.

(sumber : reuters.com)

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid