redaksi November 16, 2016
Donald Trump The Hustle.co  - Donald Trump Memenangkan Sengketa Merek di Tiongkok
Donald Trump-image/thehustle.co/arsip

Donald Trump selalu penuh kejutan, setelah kemenangannya dalam pemilihan presiden di Amerika Serikat, kali ini dia memenangkan sengketa merek atas namanya, Trump.

Sebagai pemeran utama, Donald Trump selalu memperoleh sorotan tajam dalam aktivitas bisnis atau politiknya. Di Tiongkok, meskipun awalnya Donald Trump tidak dikenal namun setelah kemenangannya sebagai presiden Amerika Serikat, niscaya publik di Tiongkok lantas berpaling kepadanya.

Pendaftaran merek Trump sudah dilakukan sejak lama, jauh sebelum gaungnya sebagai calon presiden dari partai Republik ditetapkan. Merek yang didaftarkan antara lain dalam penyedian layanan real estate dan property. Dari 53 merek yang terdaftar dengan nama Trump di Tiongkok, dengan kategori mulai dari pakaian dan salon kecantikan hingga perawatan binatang peliharaan dan kursus golf, dimana hanya 21 merek yang benar benar dimiliki oleh Donald Trump.

Kategori merek yang terbaru didaftarkan antara lain produk aquarium, amunisi, peledak, kartu poker, kondom dan raket tenis. Zhou Dandan, pengacara merek di Beijing yang mewakili Donald Trump sejak 2008 mengatakan Donald Trump sudah menjadi sebutan untuk barang rumah tangga. Ketika dikonfirmasi oleh wsj.com, juru bicara dari entitas bisnis Donald Trump enggan untuk berkomentar.

Donald Trump telah memulai pelebaran sayap bisnisnya dengan pendaftaran mereknya di Tiongkok pada 2006. Pada 2009, kantor merek Tiongkok atau SAIC menolak sebagian pendaftaran Donald Trump, dengan alasan bahwa dua minggu sebelumnya sudah ada pihak yang mendaftarkan merek Trump, yaitu seseorang bernama Dong Wei.

Hal ini dapat dimaklumi, mengingat kasus Apple Inc, yang berusaha mendaftarkan mereknya di Tiongkok mengalami kegagalan dan kemudian harus membeli merek iPad senilai 60 juta dollar AS dari suatu perusahaan di Tiongkok.

Menurut dokumen dari Pengadilan, Donald Trump diperbolehkan untuk memiliki merek dalam bisnisnya di Tiongkok untuk kategori yaitu pelayanan komersial dan properti perumahan, termasuk pemasangan dan perbaikan pendingin udara, sistem pemanas dan eskalator termasuk peralatan rumah dan perbaikannya.

Sedangkan Dong Wei menurut putusan pengadilan memiliki hak merek untuk menggunakan merek Trump pada kategori layanan informasi konstruksi, dimana pengacara mendefinisikannya sebagai jasa pelayanan pokok yang dipergunakan agen real estate.

Seperti diberitakan wsj.com, Donald Trump kemudian mengajukan pemeriksaan ulang dan pada Februari 2014, pemeriksaan SAIC memutuskan bahwa pendaftaran merek Donald Trump hampir sejenis dengan merek milik Dong Wei, dan itu dapat membingungkan konsumen. Banding Donald Trump sendiri akhirnya ditolak dan  Dong Wei juga dinyatakan telah melanggar hak atas nama Trump.

Pihak Donald Trump tidak patah arang, dengan kemudian menggugat SAIC ke pengadilan atas putusan tersebut. Hingga kemudian pengadilan memutuskan bahwa Dong Wei telah melanggar merek ketentuan merek terkenal, yaitu merek atas nama Trump.

Zhou, selaku pengacara Donad Trump tidak heran atas putusan tersebut, karena merek Trump sudah dikategorikan sebagai merek terkenal dan sudah didaftarkan, sedangkan pihak lain, dinyatakan secara jahat telah menguasai merek tersebut. Si Wei Jiang, seorang pengacara yang tidak mempunyai hubungan apapun terhadap para pihak, menyatakan bahwa putusan itu sudah adil.

Pihak Donald Trump pernah mengajukan pendaftaran ulang untuk mereknya dan menyatakan bahwa klaim merek Dong Wei tidak berlaku. Akhirnya putusan pengadilan memenangkan Donald Trump dan jika tidak ada keberatan dari pihak manapun dalam 90 hari pemberitahuan kepada publik, maka putusan itu akan berlaku permanen.

Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid