Press "Enter" to skip to content

Expecto Patronum, Harry Potter “Mengajar Hukum” di India

Ingin belajar hukum dengan suasana seperti sekolah Hogwarts, datanglah ke India. Di sana sekolah hukum di negara bagian Bengali menyediakan kursus tentang hukum berdasarkan cerita fiksi Harry Potter.

Kursus yang disediakan menggunakan aturan hukum yang secara pararel berkaitan antara cerita di seri fiksi itu dengan kehidupan nyata. Pofesor Shouvik Kumar Guha yang mendesain kursus itu mengatakan ini adalah eksperimen untuk menantang supaya berpikir kreatif. Beberapa universitas di Amerika Serikat dan satu di Inggris juga mengajarkan hal tentang hukum sihir meskipun bukan berbentuk kursus. Hal ini juga terinspirasi dari Harry Potter.

Dikabarkan bbc.com, kursus yang diadakan itu diberi nama “An interface between Fantasy Fiction Literature and Law : Special focus on Rowling’s Potterverse” itu memberikan waktu kursus selama 45 jam dengan model pengajaran diskusi.

Beberapa topik yang disebutkan di modul kursus menggambarkan bagaimana keadaan sosial dan strata kelas di India dapat disamakan dengan tema  “enslavement of house-elves and the marginalization of werewolves” di film Harry Potter.

Kursus itu akan dimulai pada desember 2018, dan sudah terisi sebanyak 40 mahasiswa dan banyak lagi yang meminta supaya ditambahkan jumlah kursi agar bisa mengikuti kursus. Harry Potter sangat populer di India, itulah mengapa Profesor Guha memilihnya daripada film lain seperti Game of Thrones atau Star Trek. Kursus itu ditawarkan sebagai pilihan kepada mahasiswa senior di Kolkata’s National University of Juridicial Science.

Dalam sistem hukum yang berlaku sekarang di India, Profesor Guha mengatakan kepada mahasiswanya tentang the black letter of law. Apakah hal itu akan dapat diterapkan terhadap hukum yang belum diberlakukan untuk menangani situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kursus itu dimaksudkan untuk menggunakan contoh fiksi agar mahasiswa dapat melihat situasi yang timbul khususnya saat kondisi di India mengalami perubahan masif. Selain itu juga sebagai eksperimen untuk mendorong mahasiswa hukum supaya keluar dari zona nyaman mereka dan belajar dari kisah fiksi yang umumnya mereka sudah pernah membacanya.

Di Amerika Serikat, sekolah hukum top seperti Yale dan Georgetown melakukan hal yang sama. Tapi mereka tidak menawarkan kursus bidang hukum. Mereka menawarkan kursus di bidang teologi yaitu tentang “makna saintifik” dalam sihir.

Kurikulum yang disebut hukum “Potterverse” itu termasuk beberapa topik sebagai berikut :

  • Tradisi hukum dan institusi, termasuk kebebasan dan aturan hukum dan masyarakat sihir dan birokrasi di kementerian sihir
  • Kutukan yang tidak dapat diampuni, sidang Wizengamot, tidak bersalahnya Sirius Black dan kasus persekusi Tom Riddle
  • Nilai Sosial, identitas dan strata kelas sebagaimana dalam bagian “enslavement of house-elves and the marginalization of werewolves”, raksasa dan centaurus
  • Kontrak dan keagenan
  • Quidditch dan hukum olahraga di Hogwarts

Para pembelajar hukum dapat mulai berbahagia dan semangat menggali hal hal baru. Kalau mulai lemah tidak berdaya, ucapkan saja “expecto patronum”.

foto credit : Harry Potter Wanna be – Foto/Istimewa

Share your vote!


Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
.

Copyright © 2020 Yuridis All Rights Reserved