Press "Enter" to skip to content

“Lulu” Digugat di Brasil

Ini bukan Lulu yang sering mengatakan “bangun dong Lupus”  di sinema, ini adalah Lulu dalam dunia digital, suatu aplikasi yang masih berkaitan urusan romantisme lelaki dan perempuan. Aplikasi ini digugat di Brasil, penggugatnya adalah seorang lelaki bernama Felippo de Almeida Scolari di Sao Paula yang menggugat bahwa aplikasi yang bernama Lulu diklaim telah melanggar hukum Brasil, gugatannya sudah diajukan pada Desember 2013 lalu.

Seperti yang dilansir dari mashable pada (11/1/2014), gugatan yang diajukan Scolari nampaknya kemudian membuat pihak yang berwenang setempat untuk menerbitkan peringatan terhadap aplikasi Lulu dan facebook terkait permasalahan tersebut. Nampaknya Scolari telah memenangkan satu pertempuran dengan Lulu, karena sejak Desember 2013 saat pengguna di Brasil mencoba untuk log on , pengguna akan diberikan notice “ Lulu sedang liburan, selamat Natal, kami sedang dalam perbaikan selama masa liburan ini dan akan segera beroperasi segera”. Lulu memang telah menuai kontroversi di Brasil sejak aplikasi tersebut diluncurkan, namun nampaknya hal ini adalah pertama kalinya suatu aplikasi menuai permasalahan hukum sehingga menyebabkan berhentinya operasional laman dan aplikasi tersebut untuk beberapa waktu.

Lulu adalah suatu aplikasi yang membuat penggunanya (jika perempuan) untuk dapat memperingkat lelaki di facebook, nampaknya ini cukup menyenangkan untuk penggunanya. Pengguna perempuan dapat memberikan peringkat kepada lelaki di laman facebook yang dikenalnya serta dapat memberikan daftar deskripsi dengan hastahgs untuk memprofil seseorang.

Terhadap profil seorang lelaki yang ada di facebook, bahkan jika seorang lelaki tidak mempunyai peringkat, maka jika mereka mempunyai akun facebook kemungkinannya mereka dapat terkoneksi dengan Lulu. Beberapa hashtag yang tertulis, dimulai dari (#Alwayshappy, #Smellsamazeballs) hingga bentuk grafis (#Manscaped). Lalu beberapa bentuk yang mempunyai arti seperti #Boring dan #WearsEdHardy. Pernyataan secara sensual juga ditampilkan secara tersembunyi di aplikasi.

Pada suatu wawancaranya dengan telegraph, Scolari mengatakan bahwa dia tidak ingin aplikasi Lulu memungkinkan orang untuk dapat berkomentar secara anonim dan facebook supaya tidak memberikan detail data personal kepada setiap aplikasi. “Saya ingin agar aplikasi Lulu sesuai dengan hukum yang berlaku di Brasil”.

Ini adalah suatu masalah yang sulit untuk Lulu, karena Brasil dipandang sebagai suatu pasar yang potensial bagi perusahaan. Lulu mulai diluncurkan di Amerika Serikat bahkan sejak diluncurkan di Brasil pada November 2013 lalu, aplikasi Lulu telah menjadi aplikasi yang paling banyak di download di Brasil bahkan mengalahkan aplikasi facebook dan whatsapp. Sudah mencapai jutaan pengguna perempuan yang log on untuk meranking lelaki yang ada dalam kehidupan mereka (dan diluar kehidupan mereka).

Pada akhir Desember, setelah Scolari mengajukan gugatannya dan perusahaan mempelajari berkasnya, team pembuat Lulu kemudian melakukan perubahan. Lulu telah menginzinkan lelaki untuk dapat muncul di aplikasi, dan perusahaan telah melakukan perubahan atas ketentuan dan persyaratan penggunaan aplikasi, maka kemudian lelaki di Brasil harus mengkonfirmasi bahwa mereka ingin untuk dapat direview dengan aplikasi tersebut sebelum ditampilkan.

Menyadari bahwa perubahan ini akan dapat mengurangi pamor aplikasi Lulu maka kemudian diambil kebijakan Lulu berhenti beroperasi setelah adanya permasalahan itu. Hukum di Brasil terkait media sosial nampaknya perlu direvisi, dan pihak kongres Brasil juga akan membuat sejumlah reformasi terkait teknologi dan privacy untuk sektor itu. Mungkin Lulu lebih baik untuk dapat diberikan perhatian dan diperlakukan dengan lebih baik atau mungkin dapat diberi peringkat dengan #NotConstitutional di negara lainnya sebagai langkahnya berekspansi.

Share your vote!


Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
.

Copyright © 2020 Yuridis All Rights Reserved