Press "Enter" to skip to content

Sedang Hangat “Hukum Anti Amazon” di Perancis

Perancis memang negeri yang menyenangkan, bisa diketahui dari bahasa Perancis yang menurut sebagian orang romantis, arc de triomphe de Paris dan menara Eiffel yang ikonik hingga wine Bordeaux yang nikmat. Sejenak lupakan dahulu peristiwa Charlie Hebdo, mari berdoa untuk korban yang meninggal dan pelaku kejahatannya agar masing masing diberikan ampunan dosa sesuai agama dan keyakinan yang dianutnya.

Apakah masyarakat perancis yang sentimen dengan infiltrasi produk asing atau proteksi dalam negeri yang kuat hingga rasa nasionalisme mereka yang memang tinggi. Jika perasaan sentimen yang dikemukakan, nampaknya Perancis pun tidak kalah dalam memproduksi barang berkualitas. Lihatlah pesawat airbus, banyak maskapai menggunakan produknya. Demikian pula semboyan liberte, egalite, fraternite, banyak negara bangsa yang mengadopsinya. Jika masih kurang yakin, lihatlah patung Liberty di New York yang merupakan hadiah dari negeri Perancis. Ingat pula, bahwa hukum pidana dan hukum perdata yang dipakai di Indonesia, dahulunya diserap dari hukum Perancis yaitu code penal dan code civil.

Jika rasa nasionalisme yang tinggi mungkin benar adanya begitu, apabila menilik dari kisah fiksi Asterix dan Obelix yang merupakan ikon desa Galia, dan diperkirakan berada di wilayah negeri Perancis. Lihat saja masyarakat Galia yang begitu gigih melawan Romawi meskipun telah dikepung oleh legiun Romawi dengan benteng bentengnya yang kokoh. Sehebat dan sekuat apapun romawi melakukan serangan selalu saja mudah dipatahkan dan dihalau oleh masyarakat Galia terutama Asterix dan Obelix. Bagi anda yang belum pernah membacanya silakan cari komik tersebut di toko buku atau menonton filmnya agar memperkaya khasanah sosial budaya. Galia gila” itu yang sering diucapkan oleh prajurit Romawi saat dikalahkan oleh masyarakat Galia. Sambil lari terbirit birit dengan muka lebam dan pakaian compang camping menuju benteng di legiun mereka.

Namun hal yang ini bagi sebagian orang dapat saja dianggap “gila” atau mungkin normal saja. Pemakaian kata gila ini dalam tanda kutip untuk menunjukkan suatu yang diluar kewajaran atau tidak terpikirkan oleh pihak lain bahwa perihal tersebut dilakukan atau dapat saja disamakan dengan kegilaan yang positif. Jadi pemakaian kata gila ini bukan bermaksud menyamakan dengan hilangnya kewarasan atau hilangnya akal budi.

Sebagaimana kabar yang dirilis oleh techcrunch.com (10/01/2014), Legislatif di Perancis mungkin akan meloloskan aturan hukum yang disebut sebagai “anti Amazon law”. Kemudian pihak Amazon tidak diperbolehkan lagi untuk menawarkan pengiriman gratis untuk buku yang dipesan, hal ini sebagai upaya untuk melindungi toko buku independen, dan merupakan konsekuensi logis dari evolusi hukum yang disebut “Lang Law”.

Harga buku di Perancis terkadang sulit dimengerti dilihat dari sudut pandang orang asing. Jika menilik kembali pada 1981, Menteri Kebudayaan Perancis pada masa itu, Jack Lang menetapkan harga tetap untuk semua buku yang dijual di Perancis. Sejak saat itu penerbit menetapkan harga yang tetap dan dicetak di belakang sampul buku.

Pihak retailer dari supermarket ke penjual buku independen tidak mempunyai pilihan lain untuk menjual buku tersebut dengan harga yang resmi. Jika anda ingin membandingkan harga, anda dapat memotong harga buku 5 persen dibawah harga dari penerbit, banyak toko buku yang memilih untuk mengambil keuntungan dari pengecualian tersebut, namun 5 persen adalah perbedaan harga yang cukup beralasan.

Saat hal ini dibentuk pada 1981, pemerintah ingin melindungi toko buku independen dari jaringan supermarket. Hal ini bekerja dengan baik, dan toko buku indenpenden masih berjualan dengan baik. Fakta aturan hukum tentang harga buku yang sama mulai diberlakukan juga di negara Eropa lainnya seperti Italia, Portugal, Spanyol dan Jerman. Namun toko buku masih bingung dengan ancaman serius yang datang yaitu Amazon, Fnac dan beberapa online store lainnya.

Meskipun harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan buku, dua pemain kelas berat ini, yaitu Amazon dan Fnac telah menemukan cara untuk dapat tetap kompetitif. Mereka memberikan harga buku 5 persen dibawah harga dari penerbit dan juga menawarkan pengiriman gratis, untuk sepanjang masa, dan untuk semua buku yang dipesan. Hal ini membuat pihak toko buku independen merasa bahwa hal itu adalah persaingan yang tidak fair.

yuridis.com/arsip
yuridis.com/arsip

Menteri Kebudayaan Perancis, Aurélie Filippetti mengatakan bahwa dia tidak ada masalah dengan perlawanan terhadap amazon sesuai dengan nama yang didengungkan yaitu anti amazon law, namun menurutnya pengiriman secara gratis harus dihentikan. Kemudian yang harus diperhatikan bahwa online retailers harus memilih antara pengiriman gratis atau memberikan diskon 5 persen.

Jika mereka memilih diskon 5 persen, maka hal ini tidak akan mengurangi harga 5 persen dari harga buku, namun dari pengiriman. Sebagai contoh, buku seharga 10 dolar AS dengan biaya pengiriman 2 dolar AS maka dapat berharga 9.50 dolar AS dan konsumen masih harus membayar 1.50 dolar AS untuk biaya pengiriman.

Sebagaimana tagihan Amazon yang berasal dari Luxemburg dimana pajak penjualan disana termasuk sangat rendah, maka model ini mendukung dan memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan porsi pasar. Perusahaan tersebut memainkan perannya di pasar Perancis dengan baik, karena keuntungan dan marjin menjadi tidak begitu penting seiring dengan peningkatan penjualan. Secara teoritis, perusahaan tersebut dapat memainkan hubungan setiap harinya, menaikkan harga jual dan mulai membuat mesin pembuat uang.

Bagaimana Harga Tetap Dapat Menaikkan Kompetisi Penjualan

Saat menentukan harga buku, ada hal menarik yang lain yaitu, kasus penentuan harga tetap ebook di Amerika Serikat, dimana Apple dinyatakan bersalah karena menggunakan harga tetap untuk penjualan ebooknya di iBookstore.

Saat iBookstore mulai diluncurkan, mereka disebut sebagai pelopor penentuan harga ebook. Apple lantas membiarkan penerbit menentukan harga tetapnya, namun memaksa mereka untuk memberikan harga yang sama di Kindle Store, iBookstore dan setiap toko ebook.

Maka saat Departemen Of Justice (Kementerian Hukum Amerika Serikat) menerbitkan antitrust complaint (pengaduan tentang persaingan usaha), dimana diharapkan persaingan menjadi sehat dengan membiarkan penjual ebook menetapkan harga jualnya. Namun alih alih pihak kompetitor malah tersandung masalah dengan menurunnya penjualan ebook. Hal yang sama juga mungkin terjadi dengan toko lainnya.

Dengan melindungi bentuk keagenan, Kementerian Hukum Amerika Serikat telah membuat suatu hal yang efektif terhadap monopoli. Hal ini memberikan kekuatan kepada perusahaan retail saat menegosiasikan pembagian keuntungan dengan pihak penerbit.

Pada bulan Desember 2013, toko buku terbesar kedua yang termasuk dalam jaringan Chapitre dinyatakan bangkrut sebesar 12.3 juta dolar Amerika Serikat (9 juta Euro) yang didalamnya terdapat dana publik yang diinvestasikan pada industri perbukuan. Dan persaingan secara online telah menjatuhkan industri tersebut.

Maka pertanyaan yang mengemuka adalah, meskipun dengung hukum tersebut telah berjalan jauh namun apakah hal ini cukup untuk menyelamatkan sedikitnya 2.500 toko buku independen di Perancis ?

Share your vote!


.

Copyright © 2020 Yuridis All Rights Reserved