Press "Enter" to skip to content

Simple Legal, Memudahkan Urusan Pembayaran Jasa Hukum

Seperti mekarnya kembang di taman, platform pemrosesan data dan manajemen data terus bertumbuh kembang mengisi ruang kebutuhan teknologi informasi. Variasi yang dikembangkannya kian meluas mencakup bermacam jenis industri yang berbeda beda. Seperti halnya cinta yang sempurna, jika suply dan demand dalam industri terus terjalin, karena sifatnya yang saling membutuhkan, maka hilangkan rasa serba salah, karena kesalahan dapat diperbaiki dan mungkin dengan merubah arah akan membawa peruntungan baik. Seperti Nathan Wenzel dan Patrick Outericky yang semula berkecimpung dalam platform database untuk industri asuransi dengan nama Edge Solution yang kemudian merubah arah bisnisnya dengan nama baru Simple Legal.

Edge Solutions awalnya sudah menyokong khususnya untuk industri asuransi yang mempunyai nilai portofolio besar dalam pemilahan pembayaran tagihan jasa hukum. Meskipun industri asuransi tidak dipandang sebagai industri yang “seksi”, namun hal ini cukup memberikan keuntungan. Namun kemudian mereka seperti ingin membuat formulasi baru dalam platform database penagihan dan pembayaran, maka dari itu mereka akhirnya menuju ke Y Combinator, yaitu suatu akselerator bisnis yang terkenal dengan program inkubasi bisnisnya. Di sanalah kemudian Wenzel dan Outericky memunculkan Simple Legal, sebagaimana dirilis oleh techcrunch pada (6/8/2013) lalu.

Simple Legal memudahkan permasalahan yang muncul pada tagihan pembayaran jasa hukum dengan segera. Yang perlu dilakukan oleh kustomer adalah meminta kepada firma hukum tempat mereka memperoleh jasa hukum untuk mengcopy sistem Simple Legal pada setiap invoicenya. Sistem Simple Legal menelisik dan mengurai setiap data ke dalam lajur database. Bahasa mudahnya adalah untuk mengenali keperluan apa atau jasa apa yang dilakukan pada setiap tagihannya dan berapa lamanya jasa hukum itu dilakukan. Lalu data itu akan diproses pada sistem sesuai dengan skema. Sebagai contoh, sistem akan melakukan pemberitahuan dengan tanda saat tagihan untuk jasa profesional di email dalam jangka waktu setengah jam. Hal itu mungkin tidak terlalu istimewa namun faktanya bahwa sistem itu mengetahui suatu hal yang telah di email pada satu bagian halaman, itu adalah hal yang bagus untuk suatu sistem.

Pendiri Simple Legal juga mengatakan kepada crunchbase, bahwa software yang digunakannya menggunakan machine learning dan natural language processing untuk mengetahui item yang muncul pada tampilan dan kemudian mengkategorikannya ke kelompok yang sesuai. Ini merupakan suatu cara yang baru kepada perusahaan untuk dapat mereview, menyetujui dan membayar tagihan atas jasa hukum dan mengetahui apa yang sesungguhnya dilakukan oleh pengacaranya.

Kelebihan penagihan adalah suatu hal yang serius pada industri jasa hukum, namun mungkin tidak banyak pengacara yang melakukan kesalahan dengan menagih jasa profesionalnya melebihi dari yang seharusnya (meskipun terkadang ada juga pengacara yang melakukan hal seperti itu).

Banyak hal yang dapat menyebabkan kesalahan dalam penagihan, misalnya menekan ke associate yunior untuk membuat tagihan dengan nilai besar untuk 1 jamnya, membuat kenaikan tagihan yang tidak layak, pelatihan yang tidak perlu, dan sifat sembrono untuk hal tertentu, seperti tidak memasukkan waktu kerja di formulir (time sheet) dan baru mengisinya di akhir minggu dan hanya diingat ingat saja. Pengacara yang pintar akan menyukai produk ini karena akan membantu mereka untuk mendiskusikan tagihan yang pasti dengan kliennya sebagai data. Demikian juga dengan klien akan memahami tentang tagihan atas jasa hukum dan merasa nyaman untuk membayarnya dengan tepat waktu.

Sampai saat ini, kustomer Simple Legal merasa senang dan gembira karena sistem yang digunakan bekerja dengan baik dan membantu penghematan setidaknya senilai 5 – 20 persen. Kustomer awal yaitu Stripe, Pebble, EasyPost dan MobileWorks dan beberapa yang lain menyatakan tidak ada komentar mengenai hal ini.

Menurut Wenzel, “kami berpikir bahwa menyusun tagihan jasa hukum kedalam data adalah untuk memberikan transparansi dan penghematan biaya kepada kustomer kami adalah hal yang menyenangkan”. Mungkin ada yang setuju dan ada yang tidak setujum namun membantah hal yang pada dasarnya baik, sangatlah sulit. Apa yang Simple Legal tagih kepada kustomernya lebih murah daripada apa yang kustomer dapatkan. Pendiri perusahaan berharap supaya perusahaan dapat memperoleh keuntungan lebih pada akhir tahun ini.

Share your vote!


Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
.

Copyright © 2020 Yuridis All Rights Reserved