Press "Enter" to skip to content

Facebook Digugat Karena Memonitor Pesan Pribadi Penggunanya

Bermacam cara perusahaan untuk mendapatkan profit dari layanan yang dihasilkannya, namun cara facebook karena memonitor pesan pribadi penggunanya menuai gugatan. Hal ini dilakukan oleh facebook untuk mengumpulkan lebih banyak data pengguna yang akan dipergunakan untuk keperluan para pemasar produk.

Suatu gugatan hukum telah diajukan di San Jose, California yang menyatakan bahwa facebook telah melacak isi pesan pribadi dari penggunanya, termasuk tautan ke laman lainnya sebagaimana dikabarkan oleh RT yang mengutip dari laporan Los Angeles Times yang menulis bahwa facebook melakukannya untuk meningkatkan algoritma marketing facebook dan meningkatkan kemampuan perolehan keuntungan dari pengguna facebook.

Isi gugatan terhadap facebook mengatakan bahwa informasi yang diperoleh oleh facebook berkontribusi memberikan petunjuk tentang suatu jenis profil yang komprehensif dari aktivitas pengguna yang dikumpulkan oleh facebook dan oleh karenanya menjadi suatu hal material yang penting untuk dapat dipergunakan sebagai target iklan. Hal ini terkait suatu tautan dari laman lainnya akan dibaca sebagai “like” oleh suatu laman. Dan bukan hal yang asing jika like menjadi suatu bentuk promosi terhadap produk atau jasa. Gugatan ini berbentuk class action yang mengatasnamakan mewakili kepentingan pengguna facebook yang telah menerima atau dikirimi pesan pribadi dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Pernyataan dalam gugatan itu tidak berdasar, dan kami akan memperjuangkan kepentingan kami, demikian menurut juru bicara facebook, Jackie Rooney. Namun senyatanya hal ini sebelumnya telah diungkapkan oleh Hacker News pada 2012 yang melaporkan bahwa praktik yang dilakukan oleh facebook yaitu dengan melakukan scan untuk pesan pribadi dan kemudian mengkonversinya menjadi “like”.

Beberapa waktu yang lalu, suatu studi telah menunjukkan bahwa facebook telah merekam semua kegiatan yang dilakukan oleh penggunanya dalam jejaring sosial di facebook. Adam Kramer, seorang data scientist mempelejari profil dari 3,9 juta pengguna untuk keperluan studinya, mungkin dapat disebut dengan “self-censhorship on Facebook”. Kramer melihat aktivitas dari setiap profil dengan memonitor kode HTML dari setiap elemen, dimana hal ini bertujuan untuk menyusun kode HTML yang dapat berubah sewaktu waktu meskipun pengguna menulis dalam chat facebook, status update atau area lainnya dimana para pengguna saling terhubung dan berbicara dengan pengguna lainnya.

Meskipun facebook telah mengklaim bahwa mereka tidak melacak setiap kata yang tertulis dalam kotak pesan di pengguna, namun nyatanya facebook dapat mengetahui saat suatu karakter ditulis, berapa jumlah kata yang ditulis baik sudah di unggah atau bahkan sudah dihapuskan dari laman facebook. Kramer, dengan bantuan dari seorang pelajar bernama Sauvik Das, menghabiskan 17 hari untuk melakukan pelacakan untuk urusan penggagalan status update, unggahan di timeline pengguna lain dan komentar di post.

Facebook juga menawarkan opsi pilihan untuk fitur periklanan tertentu, seperti saat konsumen pengguna merek memberikan “like” dan membaginya kepada pengguna lain dan mungkin menceritakan kepada pengguna lain, kemampuan opsi pilihan ini terkait kebijakan terbaru yang memperbolehkan laman pihak ketiga untuk menggunakan nama pengguna atau gambar pada iklan mereka.

Facebook juga masih berharap lagi untuk sedapat mungkin tidak membayar pajak dari pemerintah federal pada tahun ini. Dalam hal ini facebook tidak sendirian, saat banyaknya perusahaan teknologi informasi yang menghadapi gugatan hukum terkait pelanggaran terhadap akses pribadi. Google telah digugat di lingkungan pengadilan federal, didakwa dengan tuduhan telah melakukan akses terhadap isi email yang dikirimkan melalui layanan Gmail, karena hal ini melanggar US wiretapping law.

Share your vote!


Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
.

Copyright © 2020 Yuridis All Rights Reserved