Press "Enter" to skip to content

Diperlukan Regulasi Untuk Membatasi Jumlah Wisatawan ke Barcelona

Banyaknya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Barcelona akhirnya membuat pemerintah setempat memberlakukan regulasi untuk membatasi jumlah wisatawan. Padahal jika berkaca pada tahun tahun sebelumnya, jumlah wisatawan yang berkunjung secara massif menciptakan economic boom, saat Spanyol didera krisis ekonomi.

Imbas dari banyaknya wisatawan adalah penuh sesaknya jalan jalan di Barcelona sehingga membuat warga lokal menjadi frustasi. Pada 2016, sekitar 32 juta wisatawan mengunjungi Barcelona sedangkan jumlah warga lokal hanya sekitar 1,6 juta jiwa, seperti dikabarkan oleh foxnews.com.

Sektor properti juga mengalami peningkatan pembelian dan penyewaan. Menurut warga lokal dalam jajak pendapat yang dilakukan dewan kota, pengangguran bukan masalah utama, hal itu menduduki peringkat kedua setelah pariwisata menjadi permasalahan terbesar yang dihadapi Barcelona.

Walikota Barcelona, Ana Colau yang terpilih pada 2015 berjanji akan mengembalikan efek kerusakan yang ditimbulkan akibat pariwisata. Barcelona dapat berakhir seperti Venezia, jika tidak dicegah. Venezia adalah tempat wisata yang juga menjadi korban karena popularitasnya.

Sejak era Colau, Barcelona sudah membatasi jumlah wisatawan yang dapat mengunjungi La Boqueria dan juga menerapkan pajak “day tripper”. Tidak hanya itu sekarang dengan adanya regulasi baru, Barcelona juga membatasi pendirian hotel dan hotel baru dilarang untuk berada di pusat kota. Penghentian izin juga dilakukan kepada penyedia akomodasi dengan tujuan agar jumlah wisatawan mengalami penurunan.

Namun regulasi itu memperoleh kritik dari pihak hotel dan pemilik bisnis, alasan mereka banyak wisatawan di Barcelona tidak selalu menginap di Barcelona. Menurut Manel Casals, dari Asosiasi perhotelan, fokus rencana pemerintah setempat salah.

Dari 32 juta orang yang mengunjungi Barcelona tahun lalu, hanya delapan juta yang menginap di hotel. Dua puluh tiga jutanya adalah pengunjung harian sementara yang hanya menghabiskan sedikit uang di Barcelona. Mestinya tidak perlu membatasi jumlah kamar hotel, menurut Casals pemerintah Barcelona tidak mengatur pariwisata, mereka hanyalah mengatur dimana orang boleh tidur.

Warga lokal dikabarkan sudah merasa terusik, sehingga 2000 peserta protes berbaris berunjuk rasa di La Ramblas pada Sabtu (28/01/2017) untuk menentang sektor pariwisata dan dampaknya terhadap ketersediaan rumah tinggal.

Camilo Ramos, warga lokal Barcelona merasa bahwa dia merasa kehilangan kota tempat tinggalnya, maka dari itu dia menginginkan agar suasana kotanya kembali seperti dahulu lagi.

Dikutip dari cntraveler.com, sejumlah tempat wisata juga mulai membatasi jumlah wisatawan untuk kenyamanan tempat wisata dan warga lokal, diantaranya yaitu sejumlah pulau di Thailand. Bahkan di Inggris berencana untuk menarik pajak wisatawan. Di Dubrovnik, Kroasia juga membatasi jumlah wisatawan di obyek wisata kota tua dengan memasang kamera pengaman, namun pengamanan itu tidak membawa dampak untuk menurunkan jumlah wisatawan.

Share your vote!


Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
.

Copyright © 2020 Yuridis All Rights Reserved