Press "Enter" to skip to content

[Amerika Serikat] Survey Pengacara : Profesi Yang Tentang Kita

Berdasarkan survey yang dilakukan bekerjasama dengan YouGov, mengambil polling dari 258 pengacara di firma hukum yang mempekerjakan lebih dari 50 orang, dimana 133 firma hukum berlokasi di Amerika Serikat dan 125 berlokasi di Inggris, menyimpulkan banyak elemen yang berkaitan menjadi seorang pengacara termasuk faktor “cultural” dan “human” yang menjadi sorotan dari survey itu.

Disebutkan bahwa pengacara di Amerika serikat lebih merasa puas untuk work-life balance, dengan tiga perempat responden menyebut untuk work-life balance termasuk bagus (38%) atau very good (35%). Akan tetapi ada pihak lain yang berpandangan bahwa work-life balance termasuk kategori sangat buruk (14%).

Pengacara di Amerika serikat sebagai responden dalam polling itu menyebutkan tiga hal yang paling penting dalam lingkungan pekerjaannya, mayoritas menyebutkan orang yang bekerja dengan mereka (57%), suasana kerja (56%). Kemudian disusul dengan faktor waktu kerja (43%), keamanan kerja (39%) dan kompensasi (38%).

Hal lainnya soal pekerjaan disebutkan juga bahwa lebih dari dua pertiga (69%) tidak ingin untuk merubah arah karir mereka. Kemudian 31 % lainnya di turunkan lagi ke dalam faktor lainnya sebagai berikut :

  • Pindah ke lingkup pekerjaan bidang hukum yang berbeda (39%)
  • Lainnya (29%)
  • Menjadi profesor (17%)
  • Pindah kerja di in-house/department di perusahaan lain (17%)
  • Pindah ke firma hukum (17%)
  • Pindah ke firma hukum lain (15%)
  • Pindah kerja menjadi in-house (15%A)
  • Pindah ke posisi yudisial (15%)
  • Menjadi penulis (15%)

Hal menarik lainnya dalam survey itu terungkap sebagai berikut :

  • Menjadi pengacara tidak selalu bernilai kerja tinggi menurut responden di Amerika Serikat. Faktanya 35 %, mereka melakukan kerja administratif dalam pekerjaan mereka sehari hari daripada yang diharapkan dan 32% mengatakan mereka melakukan pekerjaan rutin daripada yang diharapkan. Itu mencakup firma hukum kategori biglaw dan non biglaw, dimana 41 % responden menyebutkan mereka melakukan pekerjaan administrasi daripada yang diharapkan (vs.27 % untuk non biglaw) dan 34 % melakukan pekerjaan rutin daripada yang diharapkan (vs 29 % untuk non biglaw)
  • Dua puluh enam persen menyebutkan setelah bekerja mereka merasa terkejut dengan yang dikerjakan. Porsi untuk yang bekerja di non biglaw adalah 32 % sedangkan untuk big law adalah 21 %
  • Untuk alasan menjadi pengacara, responden di Amerika Serikat menyebutkan kalau bekerja dalam kultur intelektual (58%), melakukan pekerjaan yang dihargai (50%), mempunyai karir yang dapat diandalkan (43%), mempunyai kompensasi yang bagus (38 %), memabntu klien menyelesaikan permasalahan dan mencapai tujuan mereka (36%), berkontribusi ke social justice (32%). Hal lainnya berkaitan dengan status adalah soal menikmati prestise (5%), menjadi bagian dari grup elit (2%), menjadi partner (2%)

sumber : lawyer-monthly.com

Share your vote!


Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
.

Copyright © 2020 Yuridis All Rights Reserved