Press "Enter" to skip to content

[Australia] Menakar Putusan Pengadilan Yang Memakan Waktu

Selama ini  waktu terlama yang diperlukan hakim di Federal Court untuk memberikan putusannya adalah selama 108 hari dan yang paling tercepat adalah 6 hari. Ini berarti soal cepat tidaknya pemberian putusan di level Federal Court sangat bergantung pada individu seorang hakim.

Ranking hakim federal yang dikeluarkan oleh The Australian Financial Review berdasarkan 11.000 perkara selama dekade lalu, menunjukkan sejumlah besar variasi dalam bagaimana putusan peradilan ditulis dalam suatu perkara yang diperiksa oleh hakim tunggal.

Rata rata hakim dengan dibantu oleh legal associate, secretarial staff and transcript memerlukan waktu 6.3 minggu untuk menerbitkan putusan setelah pemeriksaan dilakukan. Akan tetapi lebih dari separuh memerlukan waktu lebih dari setahun untuk menyelesaikan putusan, maka soal sesuatu yang tertunda itu tidak dapat diterima dalam lingkungan peradilan.

Tercatat hakim yang paling cepat menerbitkan putusan adalah Craig Colvin, sebelumnya adalah Barrister di Perth, lalu dia bergabung di lembaga peradilan dan memerlukan waktu kurang dari seminggu dalam menulis putusan.

Menurut kabar afr.com, catatan lainnya soal hakim yang paling lambat adalah Lindsay Foster, sebelumnya adalah lawyer untuk Mc Donalds Corp. Dia memerlukan waktu selama 802 hari untuk menyelesaikan putusan, menghabiskan rata rata hampir empat bulan untuk menulis putusan setelah pemeriksaan di sidang, ini adalah masa yang paling lama bagi hakim di Federal Court.

Ranking yang dikeluarkan itu dilakukan dengan cermat kepada hakim dalam soal produktivitasnya. Terkadang ada Barristers yang menyampaikan rasa frustasinya ketika hakim terlalu lambat, dan tidak menulis putusannya segera setelah sidang selesai, juga ketika soal pembuktian masih segar dalam dalam pikiran.

Hal itu juga memperkuat kritik yang pernah disampaikan oleh Dyson Heydon, seorang pensiunan hakim High Court, dia memberikan analisanya bahwa pengadilan lebih lambat daripada NSW Supreme Court dan the Commercial Court and Chancery Division di London.

Target waktu yang diperlukan di Federal Court bagi hakim untuk menyelesaikan putusannya adalah dalam masa tiga bulan, tapi tidak ada cara formal bagi hakim untuk menyelesaikan targetnya. The Financial Review pernah merekrut suatu private company di Melbourne, menyelesaikan solusi untuk mengekstrak informasi dari 11.000 putusan hakim tunggal di Federal Court yang diterbitkan di internet mulai 2009. Hampir 100.000 jenis data telah dikumpulkan, termasuk tanggal setiap pemeriksaan sidang diselesaikan, ketika putusan telah diterbitkan dan lamanya setiap putusan.

Meskipun data tidak termasuk setiap perkara dalam suatu jangka waktu atau multiple judge appeals, ini bisa merepresentasikan satu dari analisa individual independen terbesar di Australia soal urusan yudisial. Akan tetapi pihak Federal Court mempertanyakan soal validitas datanya, dimana disebutkan dengan “fundamentally flawed”.

Ini karena tidak menyertakan hal yang intangible seperti kualitas putusan, atau bekerja sama dengan hakim lain dalam judges hearing appeals. Mereka membantah pendekatan yang dilakukan oleh AFR, ini karena terlalu simplistik dan analisa numerik terbatas yang gagal memberikan pengetahuan ke qualitative breadth and nature dari kerja lembaga peradilan sebagai suatu institusi. Data yang ditunjukkan oleh Federal Court menunjukkan bahwa 7 % perkara memerlukan waktu 18 bulan, mulai dari awal hingga akhir dan 78 % kurang dari 6 bulan.

Meskipun data berdasarkan pengukuran secara langsung seberapa cepat putusan dituliskan, ini bisa saja meremehkan seberapa lama rata rata pencari keadilan mesti menunggu untuk proses peradilan. Sebanyak 40 % persen perkara di database telah diselesaikan dalam sehari, dan kebanyakan karena soal prosedur yang mudah seperti penundaan sidang pemeriksaan. Jika hal hal minor tidak termasuk, maka rata rata  waktu menunggu untuk putusan akan menjadi lebih tinggi.

Data menunjukkan bahwa hakim dapat menyelesaikan perkaranya lebih cepat dengan manajemen waktu yang lebih baik. Setelah proses pemeriksaan selesai, rata rata hakim menuliskan 14 paragraf dalam seminggu untuk putusannya atau 181 kata per hari. Rata rata putusan adalah 57 paragraf, data menunjukkan bahwa pengadilan bisa mengoperasikan lebih cepat jika hakim meluangkan waktu setelah pemeriksaan untuk menulis putusannya.

Dua puluh hakim rata rata menuliskan satu paragraf sehari. John Dowsett yang pensiun pada 2018, setelah 20 tahun di peradilan, rata rata menulis 32 kata per hari. Sedangkan James Edelman, rata rata 20 paragraf per hari.

Apa yang mereka tunjukkan bukanlah suatu pola apa yang membuat cepat atau lambatnya seorang hakim, termasuk seberapa lama mereka di pengadilan atau dimana mereka berada. Pada suatu pemeringkatan, James Allsop, berada pada 21 dari 69 untuk hakim Federal Court berdasarkan kecepatan menulis putusan. Ada juga Michelle Gordon yang merupakan 1 dari 10 hakim yang tercepat.

Hakim yang paling produktif dalam sejarah Federal Court adalah Edelman, dimana dia bekerja dua tahun lalu dipromosikan ke High Court. Dia memerlukan waktu 4 hari untuk menyelesaikan putusannya dan menuliskan 20 paragraf sehari, itu tiga kali lebih banyak daripada hakim Colvin.

Pada 2016, Edelman menuliskan 10.830 kata di putusan dalam sehari,  Sedangkan Foster memerlukan waktu dua tahun, dua bulan dan dua minggu untuk menuliskan 20.343 kata di putusan yang diputuskan pada Juli lalu.

Share your vote!


Do you like this post?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
.

Copyright © 2020 Yuridis All Rights Reserved